
Foto oleh Mr Aaron. Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 2.0.
Keberanian adalah kemampuan untuk menghadapi masalah, tantangan, dan gangguan tanpa rasa takut. Begitu besar makna keberanian, sehingga para pendiri bangsa kita mengabadikannya sebagai warna merah di bendera kita.
Tapi sejauh apa sih keberanian ini tercermin dalam bangsa kita?
Para petinggi kita menganggap keberanian itu tidak beda jauh dengan tebal muka. Kalau kita lihat, daftar lembaga negara yang terkorup, yang menjadi raja di situ adalah bukan departemen keuangan atau perdagangan, tapi departemen agama, yang katanya mengurusi masalah ketuhanan di negara kita ini. Yang kedua? Departemen sosial, yang seharusnya paling memperhatikan masalah kerakyatan.
Rakyat kita juga. Sering kan kita dengar, demonstran – demonstran yang adu jotos dengan polisi. Polisinya juga nggak mau kalah, ikut – ikutan aja adu jotos. Apa bukan berani itu namanya: rakyatnya melawan aparat bersenjata, aparatnya juga meladeni saja. Padahal awalnya cuma mau orasi, pidato, berpendapat, berharap para petinggi kita mau mendengar.
Kalau kasusnya seperti itu, saya rasa banyak warna merah boleh dipakai untuk lambang: merah darah, merah kulit, merah jambu, atau merah apalah. Yang jelas, bukan merah putih yang ada di bendera kita.
Merah di situ, pada zaman dahulu berarti berani berjuang, demi tumpah darah Indonesia. Zaman sekarang, kami percaya kalau merah ini masih melambangkan keberanian perjuangan, namun dalam konteks intelektualitas. Itulah yang menjadi alasah blog ini lahir. Kami percaya keberanian untuk berpendapat, berdialog, dan tentu saja dikritik adalah hal yang penting saat ini. Pendapat atau kritik yang ada mungkin dapat terdengar nyeleneh atau bahkan (maaf) kejam.
Tapi janganlah lupa, selalu ada alasan yang bisa menjadi bahan refleksi kita bersama mengapa sampai muncul kritik seperti itu.
Kami percaya, salah satu alasan itu adalah niat baik untuk memajukan pola pikir, sebuah niat suci, warna putih yang duduk menemani warna merah di bendera Indonesia.
Tunggu perkembangan kami selanjutnya. 