<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk MerahPutih [Beta]</title>
	<atom:link href="http://merahputih.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://merahputih.wordpress.com</link>
	<description>Jurnalisme Internet Indonesia Terdepan, Tertajam &#38; Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Jan 2007 10:26:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Sekolah polisi tanpa &#8220;perpustakaan&#8221; oleh Ferry Zuljanna</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/12/21/sekolah-polisi-tanpa-perpustakaan/#comment-62</link>
		<dc:creator>Ferry Zuljanna</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2007 10:26:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/12/21/sekolah-polisi-tanpa-perpustakaan/#comment-62</guid>
		<description>Wah, ternyata foto itu berguna juga ya. :)
Salam kenal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, ternyata foto itu berguna juga ya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Salam kenal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pengemis Jakarta di tengah persaingan ketat oleh Ibnu Ahmad</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/09/28/pengemis-jakarta-di-tengah-persaingan-ketat/#comment-39</link>
		<dc:creator>Ibnu Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2006 06:51:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/09/28/pengemis-jakarta-di-tengah-persaingan-ketat/#comment-39</guid>
		<description>Rasa cukup tidak pernah tercapai oleh manusia serakah, hingga ajal datang menjemput barulah mereka akan cukup dengan lembaran kain kafan yang menutupi tubuhnya. Sebenarnya mental-mental seperti ini perlu di bina/arahkan agar mereka tidak menjadi manja untuk bekerja dan berusaha. Rasanya malu jika kita lihat semut hewan yang tak henti-hentinya bekerja untuk menyambung hidupnya tanpa harus menunggu manusia memberikan sisa makanannya (tentu saja kita tidak pernah dengan sengaja memberikan sisa makanan kepada si semut, paling juga dengan si meong). Contoh banyak sekali pengemis di negeri kita yang kaya tapi tetap meneruskan profesinya itu (bahkan menjadi pekerjaan tetap). Mungkin link di bawah ini perlu jadi renungan buat kita, betapa banyak saudara kita yang menempuh cara-cara yang kurang terpuji untuk mencari nafkah. (Apalagi para koruptor...)
http://zigma.wordpress.com/2006/12/15/pengemis-yang-kaya/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rasa cukup tidak pernah tercapai oleh manusia serakah, hingga ajal datang menjemput barulah mereka akan cukup dengan lembaran kain kafan yang menutupi tubuhnya. Sebenarnya mental-mental seperti ini perlu di bina/arahkan agar mereka tidak menjadi manja untuk bekerja dan berusaha. Rasanya malu jika kita lihat semut hewan yang tak henti-hentinya bekerja untuk menyambung hidupnya tanpa harus menunggu manusia memberikan sisa makanannya (tentu saja kita tidak pernah dengan sengaja memberikan sisa makanan kepada si semut, paling juga dengan si meong). Contoh banyak sekali pengemis di negeri kita yang kaya tapi tetap meneruskan profesinya itu (bahkan menjadi pekerjaan tetap). Mungkin link di bawah ini perlu jadi renungan buat kita, betapa banyak saudara kita yang menempuh cara-cara yang kurang terpuji untuk mencari nafkah. (Apalagi para koruptor&#8230;)<br />
<a href="http://zigma.wordpress.com/2006/12/15/pengemis-yang-kaya/" rel="nofollow">http://zigma.wordpress.com/2006/12/15/pengemis-yang-kaya/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kejar Paket C tambah pemasukan negara oleh Naraya</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/09/25/kejar-paket-c-tambah-pemasukan-negara/#comment-33</link>
		<dc:creator>Naraya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2006 06:00:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/09/25/kejar-paket-c-tambah-pemasukan-negara/#comment-33</guid>
		<description>Pemerintah emang gak punya otak dikira enak apa tiap tahun UAN naik mulu mentang&quot; pemerintah gak ngerjain soal emang qita yang pelajar ni boneka apa dimainin kayak gini sumpah pemerintah indonesia tu nge BTin,orang indo kan cuma makan nasi bukan makan roti kayak orang luar,Stupid Generation For Indonesia Education</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah emang gak punya otak dikira enak apa tiap tahun UAN naik mulu mentang&#8221; pemerintah gak ngerjain soal emang qita yang pelajar ni boneka apa dimainin kayak gini sumpah pemerintah indonesia tu nge BTin,orang indo kan cuma makan nasi bukan makan roti kayak orang luar,Stupid Generation For Indonesia Education</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kami akan kembali oleh yuku</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/11/13/kami-akan-kembali/#comment-32</link>
		<dc:creator>yuku</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2006 18:31:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/11/13/kami-akan-kembali/#comment-32</guid>
		<description>Terus berkibar MerahPutih! Kami tunggu artikel2nya!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terus berkibar MerahPutih! Kami tunggu artikel2nya!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Melaporkan pedagang DVD bajakan, pembeli ditahan polisi oleh Junkerz side B</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/21/melaporkan-pedagang-dvd-bajakan-pembeli-ditahan-polisi/#comment-25</link>
		<dc:creator>Junkerz side B</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2006 10:24:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/21/melaporkan-pedagang-dvd-bajakan-pembeli-ditahan-polisi/#comment-25</guid>
		<description>hahaha...
kok ceritanya mirip2 ama yg di sini:
http://mfahmia2705.blogspot.com/2005/08/hati-hati-beli-bokep-di-glodok.html

hahaha..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hahaha&#8230;<br />
kok ceritanya mirip2 ama yg di sini:<br />
<a href="http://mfahmia2705.blogspot.com/2005/08/hati-hati-beli-bokep-di-glodok.html" rel="nofollow">http://mfahmia2705.blogspot.com/2005/08/hati-hati-beli-bokep-di-glodok.html</a></p>
<p>hahaha..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa Indonesia oleh Agungk</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-23</link>
		<dc:creator>Agungk</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2006 04:49:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-23</guid>
		<description>Bung Zamzami,

Memang tampaknya &quot;intelektual&quot; kita kini paling pandai dalam mencaci, memparodikan, segala-sesuatu tanpa mau tahu kalau sebetulnya pemerintah itu adalah cerminan dari kita semua. Kalau pemerintahan terus-menerus jelek kita musti introspeksi, jangan-jangan kita semua memang jelek.

Kate orang: word is cheap, talking is easy, doingnya itu yang susah...
Coba lihat, sapa sih yang sebelumnya berkoar-koar dengan segala macam teori, eh, begitu diserahi tugas untuk mengurus bidang yang dikoaring, sim-sala-bim!! Ternyata dia cuman monyet juga!!!

Sorry ye ini cuman parody.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bung Zamzami,</p>
<p>Memang tampaknya &#8220;intelektual&#8221; kita kini paling pandai dalam mencaci, memparodikan, segala-sesuatu tanpa mau tahu kalau sebetulnya pemerintah itu adalah cerminan dari kita semua. Kalau pemerintahan terus-menerus jelek kita musti introspeksi, jangan-jangan kita semua memang jelek.</p>
<p>Kate orang: word is cheap, talking is easy, doingnya itu yang susah&#8230;<br />
Coba lihat, sapa sih yang sebelumnya berkoar-koar dengan segala macam teori, eh, begitu diserahi tugas untuk mengurus bidang yang dikoaring, sim-sala-bim!! Ternyata dia cuman monyet juga!!!</p>
<p>Sorry ye ini cuman parody.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Melaporkan pedagang DVD bajakan, pembeli ditahan polisi oleh Agungk</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/21/melaporkan-pedagang-dvd-bajakan-pembeli-ditahan-polisi/#comment-22</link>
		<dc:creator>Agungk</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2006 04:25:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/21/melaporkan-pedagang-dvd-bajakan-pembeli-ditahan-polisi/#comment-22</guid>
		<description>Ya ampyuun...ini mahasiswa apa tokoh kartun ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya ampyuun&#8230;ini mahasiswa apa tokoh kartun ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kontroversi infotainment direkayasa oleh Agungk</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/09/25/kontroversi-infotainment-direkayasa/#comment-21</link>
		<dc:creator>Agungk</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2006 04:22:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/09/25/kontroversi-infotainment-direkayasa/#comment-21</guid>
		<description>Yang juga perlu dipertanyakan adalah validitas ratingnya.
Bagaimana mau membandingkan rating infotainment dengan thema yang lain bila pada saat yang bersamaan semua stasiun tv menyiarkan acara yang sama (infotainment)?
Jelas dong jadi tinggi, wong konsumen gak ada pilihan lain. 
Jadi ceritanya bukan lagi selera konsumen yang menentukan popularitas acara, tapi 
para produsen acara/tv yang mem-force-feed konsumen dengan acara-acara sampah seperti infotainment ini.

Menjijikkan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang juga perlu dipertanyakan adalah validitas ratingnya.<br />
Bagaimana mau membandingkan rating infotainment dengan thema yang lain bila pada saat yang bersamaan semua stasiun tv menyiarkan acara yang sama (infotainment)?<br />
Jelas dong jadi tinggi, wong konsumen gak ada pilihan lain.<br />
Jadi ceritanya bukan lagi selera konsumen yang menentukan popularitas acara, tapi<br />
para produsen acara/tv yang mem-force-feed konsumen dengan acara-acara sampah seperti infotainment ini.</p>
<p>Menjijikkan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Melaporkan pedagang DVD bajakan, pembeli ditahan polisi oleh bahtiar</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/21/melaporkan-pedagang-dvd-bajakan-pembeli-ditahan-polisi/#comment-20</link>
		<dc:creator>bahtiar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2006 02:40:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/21/melaporkan-pedagang-dvd-bajakan-pembeli-ditahan-polisi/#comment-20</guid>
		<description>wah ... :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kejar Paket C tambah pemasukan negara oleh dimspire</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/09/25/kejar-paket-c-tambah-pemasukan-negara/#comment-19</link>
		<dc:creator>dimspire</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2006 10:03:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/09/25/kejar-paket-c-tambah-pemasukan-negara/#comment-19</guid>
		<description>kalau mau menaikkan angka kelulusan 1.0 tiap tahunnya, PIKIR PAKAI OTAAK!!!!
Sebaiknya dirundingkan dulu terhadap para siswa/i SMA. Pemerintah gak tau sebatas apa kemampuan siswa/i Indonesia. Bagaimana guru di sekolah mengajar. 
Kalau ingin meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia seperti halnya di luar negeri, jangan tanggung-tanggung. Kalo di SMA, siswa/i harus mempelajari semua pelajaran baik eksak atau ga, mereka juga akan terbebani. Toh ga semua siswa/i itu punya masa depan di pelajaran eksak.
Sebaiknya UAN tetap diadakan, akan tetapi yang menentukan siswa/i itu lulus atau tidak adalah pihak sekolah. Karena pemerintah nggak tau dimana kemampuan siswa/i SMA.

Kalau tidak ada ujian susulan, itu sama aja menghancurkan generasi muda. Ada beberapa remaja berprestasi di Indonesia bahkan sampai dihargai oleh pihak luar. Apakah pemerintah Indo menghargai &quot;dia&quot;? Hehehe... Pasti cuma bilang, &quot;oh, juara. yaudah.&quot;

Pendidikan di Indonesia bisa dibilang TERPURUK!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau mau menaikkan angka kelulusan 1.0 tiap tahunnya, PIKIR PAKAI OTAAK!!!!<br />
Sebaiknya dirundingkan dulu terhadap para siswa/i SMA. Pemerintah gak tau sebatas apa kemampuan siswa/i Indonesia. Bagaimana guru di sekolah mengajar.<br />
Kalau ingin meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia seperti halnya di luar negeri, jangan tanggung-tanggung. Kalo di SMA, siswa/i harus mempelajari semua pelajaran baik eksak atau ga, mereka juga akan terbebani. Toh ga semua siswa/i itu punya masa depan di pelajaran eksak.<br />
Sebaiknya UAN tetap diadakan, akan tetapi yang menentukan siswa/i itu lulus atau tidak adalah pihak sekolah. Karena pemerintah nggak tau dimana kemampuan siswa/i SMA.</p>
<p>Kalau tidak ada ujian susulan, itu sama aja menghancurkan generasi muda. Ada beberapa remaja berprestasi di Indonesia bahkan sampai dihargai oleh pihak luar. Apakah pemerintah Indo menghargai &#8220;dia&#8221;? Hehehe&#8230; Pasti cuma bilang, &#8220;oh, juara. yaudah.&#8221;</p>
<p>Pendidikan di Indonesia bisa dibilang TERPURUK!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa Indonesia oleh antz</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-18</link>
		<dc:creator>antz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2006 09:05:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-18</guid>
		<description>gileeee beneeeeeerr.........
gagal atau berhasil tergantung siapa yg lihat
percaya atau tidak percaya tergantung siapa yg dititipi
eh apa hubungannya ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gileeee beneeeeeerr&#8230;&#8230;&#8230;<br />
gagal atau berhasil tergantung siapa yg lihat<br />
percaya atau tidak percaya tergantung siapa yg dititipi<br />
eh apa hubungannya ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa Indonesia oleh febrian</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-17</link>
		<dc:creator>febrian</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2006 05:32:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-17</guid>
		<description>Terus  mau ditanggapi secara serius atau secara bercanda??
Tentu saja diperlukan kedewasaan seperti dalam kebijakan dan penyangkalan untuk menerima komentar yang juga berisi lelucon seperti yang akan saya postingkan, sehingga bukan dengan cara bahwa kalo lelucon ditangapi lelucon, jika admin nggak suka lalu delete saja 
seperti yang juga tercantum dalam kebijakan dan penyangkalan
kalau ditanggapi secara bercanda maka saya bisa mengungkapkan sebuah lelucon seperti yang terdapat di dalam situs tersebut yaitu:
“Screw (persetan dengan -red) (Perpimas)!”
“Screw (persetan dengan -red) S&#039;Pore!”
“Screw (persetan dengan -red) Malaysia!”
“Screw (persetan dengan -red) Hongkong!”  

Kalo mau ditanggapi secara serius saya juga sependapat dengan komentator Zamzami bahwa perlu &quot;sekedar menganjurkan agar dalam pernyataan sikap agar lebih berhati-hati dalam berbahasa. Saya agak kurang sreg dengan pemakaian bahasa di paragraf ke-5. Apalagi kalau nama organisasi/perhimpunan ini membawa nama mahasiswa Indonesia di Malaysia dan Singapura, apa pernyataan ini mewakili suara semua mahasiswa Indonesia di Malaysia dan SIngapura?? Mohon dipikirkan.&quot;

Tanya Ken Apa??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terus  mau ditanggapi secara serius atau secara bercanda??<br />
Tentu saja diperlukan kedewasaan seperti dalam kebijakan dan penyangkalan untuk menerima komentar yang juga berisi lelucon seperti yang akan saya postingkan, sehingga bukan dengan cara bahwa kalo lelucon ditangapi lelucon, jika admin nggak suka lalu delete saja<br />
seperti yang juga tercantum dalam kebijakan dan penyangkalan<br />
kalau ditanggapi secara bercanda maka saya bisa mengungkapkan sebuah lelucon seperti yang terdapat di dalam situs tersebut yaitu:<br />
“Screw (persetan dengan -red) (Perpimas)!”<br />
“Screw (persetan dengan -red) S&#8217;Pore!”<br />
“Screw (persetan dengan -red) Malaysia!”<br />
“Screw (persetan dengan -red) Hongkong!”  </p>
<p>Kalo mau ditanggapi secara serius saya juga sependapat dengan komentator Zamzami bahwa perlu &#8220;sekedar menganjurkan agar dalam pernyataan sikap agar lebih berhati-hati dalam berbahasa. Saya agak kurang sreg dengan pemakaian bahasa di paragraf ke-5. Apalagi kalau nama organisasi/perhimpunan ini membawa nama mahasiswa Indonesia di Malaysia dan Singapura, apa pernyataan ini mewakili suara semua mahasiswa Indonesia di Malaysia dan SIngapura?? Mohon dipikirkan.&#8221;</p>
<p>Tanya Ken Apa??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa Indonesia oleh Trudy Santoso</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-14</link>
		<dc:creator>Trudy Santoso</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2006 16:10:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-14</guid>
		<description>Bung Zamzami,

Terima kasih atas masukannya. Sekedar membuka sedikit isi dapur redaksi MerahPutih, situs web ini sebenarnya terinspirasi oleh situs web parodi yang sudah ada jauh sebelumnya, yaitu The Onion (www.theonion.com).

Berbeda dengan kami yang mencantumkan Kebijakan &amp; Penyangkalan (tentu saja, merupakan terjemahan dari Terms &amp; Disclaimer), The Onion sama sekali tidak mencantumkannya. Mereka bahkan mengklaim sebagai &quot;America&#039;s Finest News Source&quot; dan hanya mencantumkan &quot;The Onion is not intended for readers under 18 years of age&quot; di bagian bawah setiap halaman. Apabila Anda menelusuri lebih lanjut, bahkan Media Kit mereka masih mengklaim bahwa mereka adalah sumber berita yang valid. Percayalah, kami telah menghabiskan berhari-hari mencari disclaimer mereka tanpa hasil.

Dengan demikian, tenanglah, kami bukan situs parodi paling menipu dan paling kejam di Internet.

Akan tetapi, insiden ini telah mengajari kami satu hal: sebagian pengunjung kami belum bisa mengapresiasi jurnalisme sebagai bentuk parodi (dan satir, sebuah bentuk yang lebih kami sukai). Dengan demikian, kami telah memutuskan untuk memindahkan kotak &quot;UNTUK DIPERHATIKAN&quot; ke bagian atas, sehingga semua pengunjung situs web ini dapat diperingatkan mengenai sifat situs web ini.

Dan untuk semua yang membaca, jangan pernah mempercayai situs yang berakhiran blogspot.com, typepad.com, wordpress.com, friendster.com, myspace.com dan bahkan wikipedia.org, sebab situs-situs ini dapat diisi oleh siapa saja yang bermaksud membuktikan bahwa Anda adalah seorang gegabah yang percaya &quot;fakta&quot; begitu saja.

Salam!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bung Zamzami,</p>
<p>Terima kasih atas masukannya. Sekedar membuka sedikit isi dapur redaksi MerahPutih, situs web ini sebenarnya terinspirasi oleh situs web parodi yang sudah ada jauh sebelumnya, yaitu The Onion (www.theonion.com).</p>
<p>Berbeda dengan kami yang mencantumkan Kebijakan &amp; Penyangkalan (tentu saja, merupakan terjemahan dari Terms &amp; Disclaimer), The Onion sama sekali tidak mencantumkannya. Mereka bahkan mengklaim sebagai &#8220;America&#8217;s Finest News Source&#8221; dan hanya mencantumkan &#8220;The Onion is not intended for readers under 18 years of age&#8221; di bagian bawah setiap halaman. Apabila Anda menelusuri lebih lanjut, bahkan Media Kit mereka masih mengklaim bahwa mereka adalah sumber berita yang valid. Percayalah, kami telah menghabiskan berhari-hari mencari disclaimer mereka tanpa hasil.</p>
<p>Dengan demikian, tenanglah, kami bukan situs parodi paling menipu dan paling kejam di Internet.</p>
<p>Akan tetapi, insiden ini telah mengajari kami satu hal: sebagian pengunjung kami belum bisa mengapresiasi jurnalisme sebagai bentuk parodi (dan satir, sebuah bentuk yang lebih kami sukai). Dengan demikian, kami telah memutuskan untuk memindahkan kotak &#8220;UNTUK DIPERHATIKAN&#8221; ke bagian atas, sehingga semua pengunjung situs web ini dapat diperingatkan mengenai sifat situs web ini.</p>
<p>Dan untuk semua yang membaca, jangan pernah mempercayai situs yang berakhiran blogspot.com, typepad.com, wordpress.com, friendster.com, myspace.com dan bahkan wikipedia.org, sebab situs-situs ini dapat diisi oleh siapa saja yang bermaksud membuktikan bahwa Anda adalah seorang gegabah yang percaya &#8220;fakta&#8221; begitu saja.</p>
<p>Salam!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa Indonesia oleh Zamzami</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-13</link>
		<dc:creator>Zamzami</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2006 16:06:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-13</guid>
		<description>Maaf, saya tidak akan memperpanjang lebih lanjut masalah ini. Saya sudah tahu akhirnya website ini hanya parodi dan saya sudah memberi masukan. Insyaallah saya sudah jelas dan sudah mencoba memberi solusi.

Sekarang lebih baik kita semua berkarya buat Indonesia. Pada kasus mahasiswa, ayo pada belajar, jangan brwosing melulu.. hehehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, saya tidak akan memperpanjang lebih lanjut masalah ini. Saya sudah tahu akhirnya website ini hanya parodi dan saya sudah memberi masukan. Insyaallah saya sudah jelas dan sudah mencoba memberi solusi.</p>
<p>Sekarang lebih baik kita semua berkarya buat Indonesia. Pada kasus mahasiswa, ayo pada belajar, jangan brwosing melulu.. hehehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa Indonesia oleh Zamzami</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-12</link>
		<dc:creator>Zamzami</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2006 15:59:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-12</guid>
		<description>Tambahan satu lagi, saya belajar marketing dan ada yang dikenal dengan nama positioning statement. Kalau untuk kasus website ini poitioningnya adalah (sperti yang tertulis da bagian paling atas) &quot;Jurnalisme Internet Indonesia Terdepan, Tertajam, dan Terpercaya&quot;. Saat anda menuliskan kata2 &quot;terpercaya&quot;, itu juga bisa misleading dan bisa berakibat fatal.

Ini sebagai tambahan saja, Jangan juga menuduh orang malas membaca. Saya juga sudah menganalisa sebelum memposting. Saya juga berbicara bukan tanpa dasar. Gegabah dalam bertindak?? Ah moso iya? :p Silahkan dibaca lagi deh postingan2 saya diatas

Agar dapat direnungkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tambahan satu lagi, saya belajar marketing dan ada yang dikenal dengan nama positioning statement. Kalau untuk kasus website ini poitioningnya adalah (sperti yang tertulis da bagian paling atas) &#8220;Jurnalisme Internet Indonesia Terdepan, Tertajam, dan Terpercaya&#8221;. Saat anda menuliskan kata2 &#8220;terpercaya&#8221;, itu juga bisa misleading dan bisa berakibat fatal.</p>
<p>Ini sebagai tambahan saja, Jangan juga menuduh orang malas membaca. Saya juga sudah menganalisa sebelum memposting. Saya juga berbicara bukan tanpa dasar. Gegabah dalam bertindak?? Ah moso iya? :p Silahkan dibaca lagi deh postingan2 saya diatas</p>
<p>Agar dapat direnungkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa Indonesia oleh Zamzami</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-11</link>
		<dc:creator>Zamzami</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2006 15:44:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-11</guid>
		<description>Wah mas/mbak Rorit, saya banyak buka website2 lain yang bentuknya juga parodi, tapi di bagian pengisian tanggapan ada tulisannya &quot;sebelum and mengirimkan tanggapan, baca dulu kebijakan website ini&quot;. Kalau begitu kan jelas.

Sebelum saya post saya juga sudah membaca halaman &quot;tentang merah putih&quot; dan halaman &quot;home&quot;, sayangnya disitu juga tidak ada informasi kalau ini &quot;website parodi&quot;. Yang dikupas adalah Aktual, tajam, dan kritis. Sekali lagi TIDAK DISEBUTKAN ini website parodi.

Kecuali kalau anda berasumsi SEMUA ORANG akan membaca isi website anda sampai tuntas, halaman per halaman. Informasi pasti akan dicari bung, tapi kemudahan informasi juga harus disediakan. Saya bukan orang dungu yang tidak mencari tahu dan langsung &quot;melabrak&quot;. Tapi kalau saya dan dwi saja sudah ter-miselading karena kurangnya informasi, apa orang lain nggak misleading juga.

Semoga bisa jadi masukan yang bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah mas/mbak Rorit, saya banyak buka website2 lain yang bentuknya juga parodi, tapi di bagian pengisian tanggapan ada tulisannya &#8220;sebelum and mengirimkan tanggapan, baca dulu kebijakan website ini&#8221;. Kalau begitu kan jelas.</p>
<p>Sebelum saya post saya juga sudah membaca halaman &#8220;tentang merah putih&#8221; dan halaman &#8220;home&#8221;, sayangnya disitu juga tidak ada informasi kalau ini &#8220;website parodi&#8221;. Yang dikupas adalah Aktual, tajam, dan kritis. Sekali lagi TIDAK DISEBUTKAN ini website parodi.</p>
<p>Kecuali kalau anda berasumsi SEMUA ORANG akan membaca isi website anda sampai tuntas, halaman per halaman. Informasi pasti akan dicari bung, tapi kemudahan informasi juga harus disediakan. Saya bukan orang dungu yang tidak mencari tahu dan langsung &#8220;melabrak&#8221;. Tapi kalau saya dan dwi saja sudah ter-miselading karena kurangnya informasi, apa orang lain nggak misleading juga.</p>
<p>Semoga bisa jadi masukan yang bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa Indonesia oleh Zamzami</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-10</link>
		<dc:creator>Zamzami</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2006 15:31:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-10</guid>
		<description>Wuih, susah juga kalau penyangkalannya nggak ditulis di bagian akhir artikel. Setahu saya yang namanya semacam &#039;disclaimer&#039; itu kalau mau dipakai di jurnalisme atau tulisan2 apapun yang terpublikasi harus tertulis di bagian akhir artikel.. Paling tidak di bagian artikel ada link yang mengarah ke disclaimer tersebut.

Mbok ya kalau ingin mempromosikan jurnalisme parodi, tapi sisi jurnalismenya juga jangan ditinggalkan. Kalau bahasa kerennya ini bisa misleading. Bukan sok serius atau gimana nih, gara2 sekolah di luar negeri udah kenyang ama pernyataan nggak nasionalis lah, pengkhianat bangsa lah.. Kalau ada orang baca artikel ini tapi nggak baca disclaimernya, ntar tambah lagi dicap sombong..

Kalo parodi ya jangan nanggung2, bikin aja kayak Republik BBM sekalian. Ini di tulisan pakai bahasa serius tapi niat parodi. Ibaratnya Niatnya meludah tapi kok malah buang air kecil. Pakai nama Mahasiswa Indonesia pula. berbahaya mas..
Anda dapet untung karena banyak yang mengunjungi website, kami yang mahasiswa yang kena &quot;ampas&quot;nya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wuih, susah juga kalau penyangkalannya nggak ditulis di bagian akhir artikel. Setahu saya yang namanya semacam &#8216;disclaimer&#8217; itu kalau mau dipakai di jurnalisme atau tulisan2 apapun yang terpublikasi harus tertulis di bagian akhir artikel.. Paling tidak di bagian artikel ada link yang mengarah ke disclaimer tersebut.</p>
<p>Mbok ya kalau ingin mempromosikan jurnalisme parodi, tapi sisi jurnalismenya juga jangan ditinggalkan. Kalau bahasa kerennya ini bisa misleading. Bukan sok serius atau gimana nih, gara2 sekolah di luar negeri udah kenyang ama pernyataan nggak nasionalis lah, pengkhianat bangsa lah.. Kalau ada orang baca artikel ini tapi nggak baca disclaimernya, ntar tambah lagi dicap sombong..</p>
<p>Kalo parodi ya jangan nanggung2, bikin aja kayak Republik BBM sekalian. Ini di tulisan pakai bahasa serius tapi niat parodi. Ibaratnya Niatnya meludah tapi kok malah buang air kecil. Pakai nama Mahasiswa Indonesia pula. berbahaya mas..<br />
Anda dapet untung karena banyak yang mengunjungi website, kami yang mahasiswa yang kena &#8220;ampas&#8221;nya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa Indonesia oleh rorit</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-9</link>
		<dc:creator>rorit</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2006 15:16:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-9</guid>
		<description>&quot;Seperti yang tercantum pada Pendahuluan halaman ini, MerahPutih adalah sebuah bentuk JURNALISME PARODI. Oleh karena itu, seluruh isi situs web ini, termasuk artikel dan komentar kiriman pembaca, (kecuali halaman ini) adalah FIKSI dan merupakan PRODUK IMAJINASI para penulisnya.&quot;

Itu cuma satu pernyataan dari bagian Kebijakan &amp; Penyangkalan.

Dwi dan Zamzami jelas menjadi cerminan tindakan gegabah dalam bertindak. 

Kritik pedas tanpa fakta? Namanya juga PARODI. Perpimas tidak ada? Memang itu cuma imajinasi penulis. Cari sensasi? Itu tergantung interpretasi pembaca. Yang jelas, kami sebagai kontributor hanya mencoba menulis sepotong tanggapan atas apa yang sedang hangat saat ini.   

Tapi jangan pernah tuduh kami provokatif. Ada banyak cara yang lebih baik untuk melakukan tindakan provokatif. yang lebih menghasilkan, dan lebih kejam. Pada akhirnya, niat kami hanya untuk mengajak pembaca merefleksikan hal - hal di sekitar kita, yang terkadang tidak dibicarakan secara terbuka hanya karena rasa takut, malu, atau bahkan (maaf) hipokrit. 

Yah, tapi itu jika rekan - rekan memang benar - benar MAU MEMBACA...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Seperti yang tercantum pada Pendahuluan halaman ini, MerahPutih adalah sebuah bentuk JURNALISME PARODI. Oleh karena itu, seluruh isi situs web ini, termasuk artikel dan komentar kiriman pembaca, (kecuali halaman ini) adalah FIKSI dan merupakan PRODUK IMAJINASI para penulisnya.&#8221;</p>
<p>Itu cuma satu pernyataan dari bagian Kebijakan &amp; Penyangkalan.</p>
<p>Dwi dan Zamzami jelas menjadi cerminan tindakan gegabah dalam bertindak. </p>
<p>Kritik pedas tanpa fakta? Namanya juga PARODI. Perpimas tidak ada? Memang itu cuma imajinasi penulis. Cari sensasi? Itu tergantung interpretasi pembaca. Yang jelas, kami sebagai kontributor hanya mencoba menulis sepotong tanggapan atas apa yang sedang hangat saat ini.   </p>
<p>Tapi jangan pernah tuduh kami provokatif. Ada banyak cara yang lebih baik untuk melakukan tindakan provokatif. yang lebih menghasilkan, dan lebih kejam. Pada akhirnya, niat kami hanya untuk mengajak pembaca merefleksikan hal &#8211; hal di sekitar kita, yang terkadang tidak dibicarakan secara terbuka hanya karena rasa takut, malu, atau bahkan (maaf) hipokrit. </p>
<p>Yah, tapi itu jika rekan &#8211; rekan memang benar &#8211; benar MAU MEMBACA&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa Indonesia oleh Sulistyo</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-8</link>
		<dc:creator>Sulistyo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2006 15:07:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-8</guid>
		<description>Oh..ternyata baru jelas setelah baca link di bawah ini:
http://merahputih.wordpress.com/kebijakan-penyangkalan/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh..ternyata baru jelas setelah baca link di bawah ini:<br />
<a href="http://merahputih.wordpress.com/kebijakan-penyangkalan/" rel="nofollow">http://merahputih.wordpress.com/kebijakan-penyangkalan/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Pemerintah Indonesia gagal, menurut mahasiswa Indonesia oleh Dwi</title>
		<link>http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-7</link>
		<dc:creator>Dwi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2006 14:40:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://merahputih.wordpress.com/2006/10/07/pemerintah-indonesia-gagal-menurut-mahasiswa-indonesia/#comment-7</guid>
		<description>dr &quot;tentang merah putih&quot;
&quot;.....MerahPutih dimaksudkan sebagai sebuah publikasi alternatif. Situs web ini berisi berita-berita dan opini-opini BERMUTU YANG TIDAK DAPAT DITEMUKAN DI SUMBER PERBERITAAN LAINNYA....&quot;

Tapi kok ternyata isinya malah provokatif, hampir sama dengan koran2 ndak mutu yang dengan SANGAT GAMPANG ditemukan di perempatan2 jalan di Jakarta yang cuma mengkritik pedas tanpa fakta (jelas2 cuma pendapat pribadi) buat cari sensasi (tentu saja dengan berita2 murahannya).

Oiya, ketidakvalidan lainnya yaitu ttg PERPIMAS....tadi sudah konfirmasi dengan PPI Singapore (yang jelas2 organisasi RESMI pelajar Indonesia di Singapore yang telah disetujui oleh KBRI) menyatakan tidak tahu menahu ttg adanya PERPIMAS. Jadi tampaknya penyebutan nama JAKA SULISTIANA kayaknya cuma buat cari sensasi saja (mungkin yang cari sensasi adalah web ini kali ya...).

Mungkin kalo Doni menyebut &quot;serius amat mas..&quot;, emang harusnya dibawa serius karena beritanya membawa nama ORGANISASI MAHASISWA SINGAPORE beserta pernyataannya yang jelas2 PPI tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.

Demikian....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dr &#8220;tentang merah putih&#8221;<br />
&#8220;&#8230;..MerahPutih dimaksudkan sebagai sebuah publikasi alternatif. Situs web ini berisi berita-berita dan opini-opini BERMUTU YANG TIDAK DAPAT DITEMUKAN DI SUMBER PERBERITAAN LAINNYA&#8230;.&#8221;</p>
<p>Tapi kok ternyata isinya malah provokatif, hampir sama dengan koran2 ndak mutu yang dengan SANGAT GAMPANG ditemukan di perempatan2 jalan di Jakarta yang cuma mengkritik pedas tanpa fakta (jelas2 cuma pendapat pribadi) buat cari sensasi (tentu saja dengan berita2 murahannya).</p>
<p>Oiya, ketidakvalidan lainnya yaitu ttg PERPIMAS&#8230;.tadi sudah konfirmasi dengan PPI Singapore (yang jelas2 organisasi RESMI pelajar Indonesia di Singapore yang telah disetujui oleh KBRI) menyatakan tidak tahu menahu ttg adanya PERPIMAS. Jadi tampaknya penyebutan nama JAKA SULISTIANA kayaknya cuma buat cari sensasi saja (mungkin yang cari sensasi adalah web ini kali ya&#8230;).</p>
<p>Mungkin kalo Doni menyebut &#8220;serius amat mas..&#8221;, emang harusnya dibawa serius karena beritanya membawa nama ORGANISASI MAHASISWA SINGAPORE beserta pernyataannya yang jelas2 PPI tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.</p>
<p>Demikian&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
